Minggu, 22 Oktober 2017

Whiz Prime Manado

Minggu lalu tepatnya tanggal 16-20 Oktober 2017, untuk ketiga kalinya aku menginjakkan kakiku di kota Manado. 2 kali kunjungan sebelumnya hanya singgh di Manado lalu meneruskan perjalanan ke Tomohon. Aku menginap di hotel Whiz Prime yang terletak di kawasan Megamas Manado. Lokasinya menurutku sangat strategis. Terletak di jantung kota Manado membuatnya dekat dengan mall - mall di sana. View laut menjadi daya tarik utamanya. Dari kamar, aku dapat melihat laut sepanjang mata memandang. Bangun pagi ditemani bunyi ombak dan panas matahari yang mulai menyengat. Kemudian senja yang sangat indah. Matahari terbenam dapat terlihat dengan jelas dari jendela kamar. Pergerakan matahari yang pelan-pelan kemudian sangat cepat saat tenggelam menjadi pemandangan yang tak akan terlupakan.
Foto-foto.

Rate kamarnya Rp 550.000 / malam. Harga di traveloka sekitar Rp 541.000, hanya berbeda tipis. Begitu masuk lobby aroma ruangannya sangat khas. Bagi kalian yang suka massage, aromanya mirip-mirip aromaterapi di tempat massage, membuat perasaan menjadi tenang dan santai. Pelayanan di resepsionis agak lama mungkin karena petugas hanya 1 orang namun saat aku check in sedang banyak tamu dengan keperluan yang sama. Bellboy membantu membawa koper ke kamarku di lantai 8. Sampai di kamar, kesan pertama yang aku dapat adalah sempit. Pintu masuk kamar berada di sisi tengah-tengah dinding. Kanan ada ruang wastafel dan closet. Kiri ada shower untuk mandi. Sisi yang menarik adalah jendela tepat di hadapanku. Berada garis lurus dengan pintu masuk. Lebar jendela full lebar satu sisi dinding kamar. Ada satu kursi dan meja yang menempel dengan dinding menghadap jendela ke laut. TV ditempel pada bracket di dinding sisi kiri. Jarak antara kasur dengan TV maupun meja dan kamar mandi terasa terbatas sekali.

Desain kamar mandi aku rasa kurang oke. Kamar mandi yang dibagi menjadi ruangan berbeda membuat lantai di depannya basah cenderung becek sehingga membuat tidak nyaman. Lantai terasa agak  lengket atau bahasa jawanya "ngeres". Mungkin bila luas kamar lebih besar akan tidak menjadi masalah. Aku paling suka dari kamar mandinya adalah air panasnya. Aliran air panasnya mudah diatur dan stabil.

Overall :
- apakah harganya worth it ? tidak
- apakah mau kembali lagi menginap di sini ? ya, mungkin

Positif :
- view laut, sunset
- lokasi strategis

Negatif ;
- kebersihan kamar
- makanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wisata Kuliner Jakarta – Ketan Susu Kemayoran

Tadi sore, sepulang lomba renang, Hanif mengajak aku dan mba Sukma untuk jalan-jalan nanti malam. Baiklah kami setuju untuk jalan. Na...